Jatuh sekali bangkit dua kali, Jatuh berkali-kali bangkitlah seribu kali.

#Sharing Pengalaman Hidup

بسم الله الرحمن الرحيم

 
 
 
Ada peribahasa mengatakan, pengalaman adalah guru yang terbaik. dalam
bahasa Inggris "Experience is the best teacher".dan ada satu lagi Mahfudzhat dari bahasa Arab yang mengatakan :

"اِسأَل مُجَّرِبًا وَ لَا تَسأَل حَكِيمًا"

yang artinya "Tanyalah pada orang yang berpengalaman, dan jangan bertanya pada cerdik cendekia." dan tafsiranya adalah (Pengalaman tanpa pembelajaran lebih baik daripada pembelajaran tanpa pengalaman).



Oke guys,

disini saya akan berbagi pengalaman semasa hidup saya sampai sekarang ya..

Alhamdulillah sampai hari ini Allah masih memberikan kesempatan kita hidup di dunia ini untuk terus beramal shalih.


INGAT SATU HAL INI GUYS “TIDAK ADA YANG NAMANYA KEGAGALAN

Singkat perjalanan hidup saya..

Saya lulus SMK/Sederajat pada Mei 2017, Niat awal lulus SMK/ Sederajat saya ingin kuliah di PTN (Perguruan Tinggi Negeri).kemudian daftarlah saya jalur raport (SNMPTN) Qadarullah, bukan rezeki saya melalui jalur tersebut. Oke, akhirnya saran orang tua untuk bekerja dahulu. Baiklah. Alhamdulillah Agustus 2017 saya bekerja di suatu perusahaan Farmasi (PT Hexphram Jaya Laboratories, Cikarang) selama 1,5 tahun (Aug 2017 s.d Feb 2019) dengan posisi sebagai Administrator di Departemen Quality Assurance. Saat bekerja saya juga mengeyam pendidikan di Ma’had Al-Husnayain, Bekasi. Dimana kuliah hanya hari Ahad saja/ minggu saja.

Sedikit flashback mungkin ini yang melatarbelakangi (link motivasi belajar bahasa Arab) https://tulisanrkl.blogspot.com/2022/07/jatuh-sekali-bangkit-dua-kali-jatuh.html



Flashback sedikit

2019 saya bertekad untuk melanjutkan pendidikan, karena sudah merasakan suka-dukanya bekerja menjadi shopfloor/ employee dari sana mulai ada rasa ingin mengupgrade diri dengan ingin berkuliah lagi. Melihat para atasan kita yang MaasyaaAllah, berpendidikan tinggi dan menghasilkan manfaat lebih besar dan tentunya tanggung jawab yang besar juga ya..

Niat awal saya ingin masuk rumpun jurusan IPS/ Humaniora. Sedangkan jurusan SMK/Sederajat saya itu rumpun SAINTEK. Jadi tidak paralel.

Maka dari itu belajar benar-benar dari 0. mulai dari Ekonomi,Geografi, Sosiologi,dll. Tidak mungkin butuh belajar 3 tahun SMA dengan waktu dipersingkat hanya beberapa bulan saja. Maka dari itu saya hanya belajar melalui latihan soal dan rangkuman materi saja.

Singkatnya, semua jalur masuk PTN sudah saya ikuti dan hasilnya. Saya tidak diterima atau tidak lolos. Qadarullah.

Kembali lagi ke pendidikan saya di sekolah swasta (Ma’had Al-Husnayain)

di Ma’had Al-Husnayain itu 2 tahun masa pendidikannya dan setara D2. 2019 lulus Ma’had kemudian dari situ Alhamdulillah saya mendapatkan kebijakan yang dibilang bersyukur dari pihak Ma’had mengatakan bisa melanjutkan langsung S1 di STAI Shalahuddin Al-Ayyubi cabang D (tempatnya masih satu gedung dengan Ma’had Al-Husnayain). Saat ini Alhamdulillah mohon do’anya untuk para pembaca yang budiman. Ditahun ini saya akan lulus pendidikan Sarjana 1 saya di STAISA (Prodi: Pendidikan Agama Islam).

Kemudian seiring berjalannya waktu saya mulai tertarik dengan kampus degan kurikulum luar negeri (Arab Saudi), yaitu kampus LIPIA. Kampus yang berbahasa pengantarnya menggunakan bahasa Arab.

Flashback ditahun 2018, saat itu status saya masih bekerja. Tapi saya penasaran ingin mencoba “Seperti apa sih LIPIA itu yang sebenarnya.” kemudian saya mendaftar dan tidak berharap lolos pada saat itu.

Hanya ingin mengobati rasa penasaran saya saja hehe. Ngga menyangka akhirnya saya lolos tes seleksi berkas dong. Lanjut ke tahap wawancara.

Dan ini offline langsung datang ke kampusnya di Jakarta.

Pada hari senin, saya izin cuti sehari. Saya izin ke supervisior/ atasan saya dengan jujur. Bahwa ingin mengikuti seleksi wawancara. Namun, untuk sistem saya mengakatan ada keperluan pribadi saja.

Daaan guys. Betapa exited banget aku setelah sampai dikampus LIPIA. sekaligus merasa insecure semua teman-teman. Bagaimana tidak mereka semua membawa kitab dan membaca kitab yang berbahasa Arab.. sedangkan aku tidak membawa apa-apa. Akhirnya masuk ke ruangan wawancara -+ ada 20 orang dalam ruanganku akhwat atau perempuan semua. Dan tau ngga guys. Nama ku dipanggil duluan.

Ustadzah asli Arab cantik memanggilku “Rifda Kamila”. Dan membuat jantungku berdetak tak karuan,mencoba tetap rileks. Singkatnya, wawancara tersebut dilakukan via telpon dan pewawancaranya adalah para masyaikh (Dosen-Dosen dari luar Negeri juga: Mauritania, Sudan, Arab, dll.). mungkin cukup sampai sini dulu untuk bahas masuk kuliah LIPIA akan ada di ruang tulisan yang baru ya.



Pelajaran hal terbesar adalah :

Tidak perduli berapa kali kamu jatuh,yang terpenting adalah kamu terus berjuang untuk bangkit dan temukanlah alasan mengapa kamu hidup”



Quotes favorite:

IF YOU NEVER TRY, YOU’LL NEVER KNOW”

Kamu tidak akan tahu, jika kamu tidak pernah mencoba



Motto hidup:

BERDO’A, BERUSAHA, DAN TAWAKKAL

(terinspirasi dari motto sekolah SMK saya)


Closing Statement:

Ambisilah terhadap cita-citamu, berjuanglah dengan maksimal untuk menggapainya. Ikhlaslah apapun hasilnya, Terimalah takdir yang diskenariokan oleh Allah SWT, dan belajarlah dari setiap langkah kesalahan dalam hidupmu.

Karena hidup tidak pernah mengajari kita bagaimana caranya untuk hidup. Maka, jadilah pembelajar dari hikmah kehidupan”




Sekian, Wallahu ‘Alam bishowaab :)