Ada yang bertanya kepadaku.
Apa sih motivasinya belajar bahasa Arab? Padahal kamu kan dari umum
Aku jawab “Takdir Allah yang indah ;)”
itu singkatnya.
Oke guys, mungkin sedikit cerita ya.. berbagi pengalaman hidup hehe
kalau mau dijabarin ketemu tuh si benang merahnya. tapi disini aku ngga ingin berpanjang lebar ya.. di intinya aja hehe.
Jadi gini gaes, saya itu dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK/ Sederajat) memang dari umum atau kita sering menyebutnya Negeri. Loh iya. Kok jauh banget ya dari umum gitu kan, akhirnya kenapa memilih belajar bahasa Arab.
Ada suatu waktu dimana sehabis lulus tepatnya di tahun 2017 akhir aku diberikan hidayah untuk mempelajari ilmu agama lebih dalam, sampai di masa dimana aku berpikir.. ya Allah iya ya, aku dari dulu mengejar ilmu dunia terus.. padahal ilmu akhirat itu penting untuk bekalku nanti..
Apakah mencari ilmu agama harus berbahasa Arab? Itu sekarang pertanyaannya iyakan? tentu tidak ya gaes. Kita semua sudah mengetahui betapa banyaknya literatur agama islam berbahasa Arab yang diterjemahkan kedalam bahasa kita,yaitu bahasa Indonesia. Agar kita lebih mudah memahami.
Oke balik lagi topik awal.
Akhir tahun 2017 tepatnya November aku melihat temanku, beliau bekerja juga dan di hari minggunya menuntut ilmu agama.. dan aku mulai penasaran dan ingin tahu lebih alias kepo.
Sebut saja BuDin (Ibu Dini) singkatnya, akhirnya kami belajar bersama di Ma’had Al-Husnayain, Bekasi.
Setelah belajar-belajar, para dosen kami bercerita bahwa beliau adalah lulusan LIPIA. Mulailah aku browsing apa itu LIPIA.
MaasyaaAllah, ternyata Lembaga Pendidikan Bahasa Arab yang ada di Indonesia. Terpukaulah aku dengan si LIPIA ini.
Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan ke LIPIA dan qadarullah wa maasyaa Fa’al, pada tahun 2020 bulan Januari aku dinyatakan lolos masuk kampus Biru alias LIPIA..
Alhamdulillah..
hmm.. guys,
Menuntut ilmu itu memang berat. Ujiannya banyak.
Tapi lebih sengsara lagi kalau kita berada dalam ketidak-tahuan/ kebodohan.
Seperti perkataan Imam Asy-Syafi’i.
"Jika kamu tidak tahan terhadap penatnya belajar, maka kamu akan menanggung bahayanya kebodohan"
Jadi pointnya adalah… ya sederhananya.
Karena saya orang yang penasaran.
Milikilah rasa curious agar hidup kita lebih menyenangkan hehe :D
