KETOK
“Kontribusi Pemuda
di Ujung Tombak”
Rifda Kamila
LIPIA Jakarta
e-mail :
rkl.kamila@gmail.com
Aksi heroik 16 pemuda yang nekat menculik orang nomor 1 di
Indonesia pada saat itu, berdampak
sangat besar. hingga saat ini, 272.248.5 jiwa terbebas dari segala bentuk keterbatasan. aksi tersebut tak terlepas dari
dukungan golongan yang sudah melewati masa
mudanya dan tentunya dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Peristiwa itu
terukir dalam sejarah dengan nama
Peristiwa Rengasdengklok.
Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan terhadap
Soekarno dan Hatta yang terjadi pada 16
Agustus 1945. Jepang mengalami kekalahan karena ambisinya ingin membangun imperium Asia Timur Raya pada masa Perang
Dunia II. yang berdampak besar pada negara kita, Indonesia. Golongan tua dan golongan muda
memiliki perbedaan pendapat terkait waktu yang
tepat untuk mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada
akhirnya Golongan tua dan golongan muda
pun menyepakati keputusan Proklamasi Kemerdekaan dilakukan oleh Soekarno di Jakarta pada 17
Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12:00
WIB.
Berangkat dari peristiwa tersebut, betapa luar biasanya himmah Asy-syubbaan (Tekad yang kuat dari pemuda) ingin merdeka dari penjajahan. Karakter semangat yang membara serta daya juang yang tinggi. Ialah karakteristik seorang pemuda. Peristiwa tersebut pula membuktikan bahwa saat pemuda berkontribusi disitulah tujuan akan mudah tercapai. Syaikh Musthofa Al-Gholayaini berkata :
“Sesungguhnya di tangan pemudalah urusan umat, dan pada kaki-kaki
merekalah terdapat kehidupan umat.”
Mengingat urgensi kontribusi pemuda yang sangat besar. Sudah
saatnya lah pemuda mengambil peran demi
kemajuan bangsa. Masa depan bangsa bergantung dengan bagaimana persiapan pemuda di hari ini. Hidup ini hanya sekali,
jadikanlah ia berarti. salah satu contohnya adalah menuntut ilmu dan sebagai
penerapannya adalah menyebarkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain.
Di zaman sekarang ini atau kita menyebutnya dengan zaman Millennials banyak sekali fasilitas yang mewadahi kegiatan positif kita: Badan
Organisasi, komunitas atau Volunteering dimana fungsinya sebagai sarana bagi para pemuda
untuk memperluas relasi, wawasan serta meningkatkan kualitas dirinya. Kesadaran pemuda sangat
dibutuhkan, bahwa betapa pentingnya kita, sebagai pemuda jika kita dapat meluaskan
kebermanfaatan bagi sesama.
Sebagai kesimpulan, ibarat ujung tombak. apabila ujungnya tajam. Maka sangat ampuh untuk menikam target dalam hitungan detik. Seperti itulah harusnya pemuda. sesederhana apapun kontribusi yang kita lakukan akan menjadi perubahan besar yang akan kita tuai di masa mendatang. Tantangan terbesarnya, apa teman-teman? Iya, Kita harus bisa menaklukkan diri kita.
Daftar Pustaka
• Adryamarthanino,Verelladevanka.2021."Peristiwa
Rengasdengklok: Latar Belakang, Tokoh,
Kronologi, dan Hasil",
https://www.kompas.com/stori/read/2021/04/09/142323179/peristiwa-rengasdengklok
latar-belakang-tokoh-kronologi-dan-hasil?page=all, diakses pada 14
Desember 2021 pukul 14:20.
• NDA.2021."Arti
Merdeka: Penjelasan dan Maknanya bagi Bangsa Indonesia", https://kumparan.com/berita-hari-ini/arti-merdeka-penjelasan-dan-maknanya-bagi
bangsa-indonesia-1wLJyvga36b/full, diakses pada 14 Desember 2021 pukul 14:51.
• https://www.bps.go.id/subject/12/kependudukan.html#subjekViewTab5, diakses pada 14 Desember pukul 14:30.
• Amin,Nasikhun.2017."Menyoal Peran Generasi
Muda",
https://lirboyo.net/menyoal-peran-generasi-muda/, diakses pada 14
Desember 2021 pukul 16:17.