Perbedaan Ucapan Alhamdulillah

Yang pertama adalah ucapan hamdalah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”
yang artinya segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatan-Nya menjadi sempurna segala amal sholih

Kemudian, ucapan hamdalah lainnya adalah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ.

“Alhamdulillah ‘ala kulli hal“ 
yang artinya segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.

Lantas, apa beda penggunaan dua kalimat ini?

Kalimat yang pertama diucapkan untuk melihat hal-hal yang kita sukai, sedangkan kalimat kedua, diucapkan ketika menyaksikan hal-hal yang tidak kita sukai, meniru apa yang disabdakan oleh tuntunan kita,

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, seperti yang termaktub dalam hadits berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ».
 
Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”.
Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal“”
[HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani]

Demikian perbedaan kedua ucapan Alhamdulillah tersebut, mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat

Wallahu a’lam


sumber : https://hazelniez.wordpress.com/2012/03/14/perbedaan-ucapan-alhamdulillah/